Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake Bluto Sumenep didirikan oleh KH. A. Hamid Mannan Munif, BA. pada tanggal 10 Jumadil Akhir 1434 hijriah atau bertepatan dengan tanggal 21 April 2013 diatas tanah waqaf seluas 1,5 hektar dari H. Iksan, seorang dermawan dari Desa Montok Pamekasan. Berdirinya Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake Bluto Sumenep juga merupakan pengembangan dari Pondok Pesantren yang sebelumnya didirikan oleh KH. A. Hamid Mannan Munif, BA. yaitu Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pamekasan yang didirikan tahun 1984 dan Pondok Pesantren Sabilul Ihsan Teja Timur Pamekasan yang didirikan tahun 2004. Seiring dengan perkembangannya, saat ini Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake memiliki lahan seluas 2,2 hektar dan mengelola beberapa lembaga pendidikan diantaranya PAUD/TK Nasyrul Ulum, SMP Nasyrul Ulum, SMK Nasyrul Ulum, Madrasah Takhassus Diniyah dan Lembaga Tahfidz Al Quran Nasyrul Ulum.

Beberapa kegiatan ekstrakurikuler sebagai penunjang kegiatan santri juga dilaksanakan di Pondok Pesantre Nasyrul Ulum seperti IPNU-IPPNU, Pencak Silat Pagar Nusa, Pramuka Gugusdepan Sumenep 05.209-05.210, Hadrah Albanjari, Latihan Khitobah, Jurnalistik el-Qolam, Futsal, dan English Club. Beberapa unit penunjang yang ada di Pondok Pesantren yaitu Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) Nasyrul Ulum dan Pusat Kesehatan Pesantren (PUSKESTREN) Nasyrul Ulum.

MAKNA NASYRUL ULUM

NASYRUL ULUM mengandung arti PENYEBAR ILMU. Penggunaan nama Nasyrul Ulum dipilih langsung oleh KH. A. Hamid Mannan Munif, BA. sebagai pendiri melalui istikharah panjang beliau. Penggunaan kata Nasyrul Ulum sebagai nama Pondok Pesantren juga diharapkan Pondok Pesantren Nasyrul Ulum dapat menjadi pusat penyebaran berbagai macam ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

VISI PONDOK PESANTREN NASYRUL ULUM

Mewujudkan Generasi yang Berprestasi dengan Akhlakul Karimah dan Berwawasan Ahlusunnah Wal Jamaah

 

Filosofi Lambang Nasyrul Ulum Aengdake

 

 

Bentuk

  1. Lima Kubah

Lima Kubah dengan garis bingkai luar yang tebal melambangkan rukun Islam yang lima. Sedangkan Lima kubah garis bingkai dalam yang tipis melambangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. Lingkaran

Lingkaran merupakan bangunan yang tak mempunyai awal dan akhir, hal ini dimaksudkan bahwa Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake Bluto Sumenep akan terus berjuang mendidik generasi bangsa menjadi manusia seutuhnya sampai akhir zaman kelak. Lingkaran juga berarti hubungan, persatuan dan juga tekad yang bulat.

  1. Bintang Sembilan

Satu bintang di atas menggambarkan kedudukan Rasulullah Muhammad SAW sebagai pemimpin dan utusan Allah SWT. Sedangkan empat buah bintang sebelah kanan menggambarkan kedudukan al-Khulafa ar-Rasyidin dan empat buah bintang sebelah kiri dimaksudkan sebagai simbol al-Madzahib al-Arba’ah. Dan makna dari sembilan bintang itu adalah sumber pengambilan hukum menurut faham Ahlu Sunnah Wal Jama’ah disamping  itu sembilan bintang melambangkan jumlah Walisongo, yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan islam dan pesantren di bumi Nusantara.

  1. Menara masjid yang menjulang

Menara masjid yang menjulang melambangkan keagungan Islam sebagai sumber kebenaran yang rahmatan lil ‘alamin, disamping itu juga melambangkan cita-cita yang tinggi dan teguh pendirian.

  1. Kitab yang terbuka

Kitab yang terbuka melambangkan wawasan yang luas, keterbukaan, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

  1. Enam garis dalam kitab

Enam garis dalam kitab melambangkan bahwa Nasyrul Ulum dalam pengembangan dan perjuangannya mengikuti enam rukun iman

 

  1. Pena

Pena melambangkan kesiapan dalam mencari ilmu. Sedangkan arah pena kebawah melambangkan menuntut ilmu semenjak lahir hingga masuk liang lahat (sampai wafat).

  1. Tulisan Nasyrul Ulum

Tulisan Nasyrul Ulum menunjukkan nama pesantren yang memiliki arti penyebar ilmu.

  1. Tulisan Aengdake Bluto Sumenep

Tulisan Aengdake Bluto Sumenep menunjukkan lokasi pondok pesantren Nasyrul Ulum Aengdake

Warna

  • Hijau

Hijau merupakan simbol kesuburan, kedamaian, harapan, regenerasi, ketenangan dan Akhlakul Karimah. Dimaksudkan keberadaan Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake dapat menjadi tempat meraih harapan, menumbuhkan generasi yang berakhluk karimah, mencintai kedamaian, dan menjadi tempat untuk menenangkan jiwa dan hati.

  • Putih

Putih merupakan kesucian, kesederhanaan, kepedulian, dan kejernihan. Dimaksudkan agar Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake dapat mencetak generasi yang mempunyai jiwa suci, sederhana dalam hidup, peduli pada sesama makhluk, serta jernih hati dan pikirannya. sehinggga mampu menjadi  penerus perjuangan para pewaris Rosulullah SAW.